Gaya Hidup

10 Cara Mencegah Penyakit Infeksi Cacing Kremi

Cacingan dapat terjadi kepada siapa saja, baik anak-anak atau orang dewasa, tetapi memang ada beberapa orang dengan risiko lebih tinggi terkena infeksi cacing kremi. Siapa saja? Yuk, ketahui di bawah ini. 

  • Mereka yang berada dalam jenjang usia 5 sampai 10 tahun
  • Tinggal di lingkungan yang ramai, padat dan kumuh dengan kebersihan lingkungan yang tidak terjaga 
  • Ada anggota keluarga yang terinfeksi dengan cacing kremi 
  • Memiliki kebiasaan untuk menghisap jari atau menggigit kuku
  • Tidak rutin mencuci tangan serta caranya tidak benar

Gejala Infeksi Cacing Kremi 

Ketika mengalami infeksi cacing kremi, maka penderita akan menunjukkan beberapa gejala, yakni:

1. Gatal di Area Dubur

Biasanya ketika orang dewasa terkena infeksi cacing kremi akan mengalami gatal di area dubur, terutama di malam hari. Hal ini disebabkan oleh cacing kremi yang ada di dalam tubuh akan keluar dari dubur di malam hari. Penyebab cacing kremi keluar dari dalam tubuh sendirinya adalah untuk meletakkan telurnya di lipatan kulit area anus. 

2. Gatal di Area Vagina

Selain gatal di area dubur, gejala infeksi cacing kremi juga bisa menimbulkan rasa gatal di area vagina. Terjadinya rasa gatal tersebut adalah akibat cacing kremi dewasa yang indah ke vagina. 

Meski kebanyakan dari cacing kremi banyak terdapat di kulit area dubur atau di dalam tinja, cacing kremi terkadang dapat ditemukan di vagina dan menyebabkan terjadinya keputihan. Ketika cacing kremi berada di area kemaluan, dubur atau vagina, bisa menyebabkan ruam atau iritasi kulit sekitarnya. 

3. Mengalami Insomnia 

Susah tidur yang terjadi ketika mengalami infeksi cacing kremi biasanya efek dari gatal di area vagina atau dubur. Kurangnya tidur yang disebabkan oleh insomnia membuat penderita gampang kelelahan. 

4. Timbul Rasa Sakit Perut 

Gejala infeksi cacing kremi sering disertai dengan timbulnya rasa sakit perut akibat cacing kremi yang berkembang biak secara konstan. Gejala ini bisa disertai dengan infeksi kandung kemih juga mual dan muntah. 

Selain beberapa gejala ini, ada juga beberapa gejala yang bisa terjadi akibat infeksi cacing kremi seperti penurunan berat badan, nafsu makan berkurang, mengalami diare dan lainnya. 

Diagnosis Infeksi Cacing Kremi

Ketika melihat gejala terjadinya penyakit cacing kremi, tetapi masih belum yakin itu yang dialami, terdapat beberapa cara untuk mendiagnosis jika itu benar cacing kremi. 

Setelah menjalankan prosedur tanya jawab dengan dokter, ia akan memeriksa area anus dan jika infeksi yang dialami tergolong berat maka akan ada cacing kremi di sekitar lubang anus, tetapi bisa juga iritasi kulit dan luka pada sekitar anus karena digaruk. 

Dokter akan melaksanakan pemeriksaan penunjang apabila hasil dari pemeriksaan fisik tidak ada gejala yang khas. Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa membantu diagnosis infeksi cacing kremi:

Cara menjalankan metode ini untuk melakukan diagnosis infeksi cacing kremi adalah dengan menempelkan selotip bening di sekitar anus pasien. Untuk memastikan kondisinya, tes ini harus dilakukan selama 3 berturut-turut dan ideal di pagi hari sebelum mandi dan buang air. 

Metode ini dilakukan untuk membawa selotip tersebut ke dokter dan diperiksa di bawah mikroskop jika ada telur cacing kremi atau tidak.

Selain dengan tes selotip, melakukan tes untuk diagnosa infeksi cacing kremi bisa dengan mengambil sampel dari kuku untuk dianalisa di bawah mikroskop dan melihat jika ada telur cacing kremi atau tidak. 

Cara Mengobati Infeksi Cacing Kremi

Dengan mudahnya penyebaran cacing kremi, ketika ada seseorang yang mengalami infeksi, secara otomatis semua yang berada dalam satu lingkungan perlu mendapatkan pengobatan tersebut. Berikut ini adalah beberapa obat cacing kremi untuk anak dan dewasa:

  • Pyrantel Pamoate
  • Mebendazole
  • Albendazole 

Pastikan untuk menggunakannya berdasarkan dengan aturan yang dianjurkan oleh dokter. Selain obat yang berbentuk minum, dokter juga bisa meresepkan obat salep atau krim untuk mengatasi kemerahan, iritasi, nyeri dan pembengkakan yang terjadi di anus. Untuk mencegah penderita menggaruk anus, dokter juga bisa meresepkan obat antigatal dan membantu memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Selain minum obat, terdapat beberapa hal lainnya yang bisa membantu dengan proses penyembuhan dari infeksi cacing kremi, yaitu dengan membersihkan rumah dan lingkungan. Berikut ini adalah barang-barang yang wajib dibersihkan:

  • Handuk 
  • Sprei
  • Selimut
  • Sarung bantal 
  • Karpet
  • Pakaian dalam 
  • Dudukan toilet 
  • Gagang pintu dan pegangan tangga 

Komplikasi Infeksi Cacing Kremi

Meski biasanya Infeksi cacing kremi bukanlah kondisi yang menimbulkan komplikasi atau masalah serius, tetap saja penyakit cacing kremi tidak bisa dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan yang tepat karena bisa menimbulkan risiko kesehatan lainnya, seperti:

  • Penurunan berat badan
  • Mengalami eksim atau infeksi bakteri di sekitar anus
  • Terjadi radang usus buntu
  • Mengalami infeksi pada bagian dalam perut yang juga dikenal sebagai peritonitis 
  • Terjadinya peradangan sehingga uretra mengalami pembengkakan yang dikenal sebagai uretritis
  • Terjadi infeksi pada organ yang termasuk dalam sistem kemih atau yang juga dikenal sebagai infeksi saluran kemih 
  • Terjadi abses pada saluran tuba dan indung telur