[ad_1]

SEORANG muslim hendaknya memberikan nama kepada anak-anaknya dengan nama yang baik dan indah. Jangan sembarangan dalam memberikan nama karena nama bisa jadi doa dan harapan orang tua untuk anaknya. Namun terkadang ada anak yang ketika sudah dewasa mengganti nama mereka untuk alasan tertentu. Lantas apa hukum mengganti nama dalam Islam?

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon Kiai Haji Yahya Zainul Ma’arif atau akrab disapa Buya Yahya menerangkan tentang hukum mengganti nama dalam Islam. Beliau mengatakan, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam memang memberikan anjuran untuk mengubah nama anak jika terasa tidak pantas atau maknanya kurang bagus.

BACA JUGA: Nama Lain Nabi Muhammad ﷺ yang Jarang Diketahui

Apa Hukum Mengganti Nama dalam Islam?

menyusui anak, manfaat ASI, Hukum Mengganti Nama dalam Islam
Foto: Freepik

“Contoh namanya pahit kan enggak enak, gantilah yang manis, yang bagus, jadi dianjurkan memberi nama dari yang baik,” jelas Buya Yahya, seperti dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV melalui Okezone.

Ia mengatakan nama yang bagus tidak harus memakai bahasa Arab. Menurut Buya Yahya, hal yang terpenting adalah nama harus mengandung dua unsur, yakni makna yang baik dan tersambung dengan orang yang bersikap baik pula.

“Contoh Anda memberi nama Salman, beri nama anak namanya Salman, atau Anda memberi nama yang lainnya nama Muhammad, kemudian kita tahu maknanya baik lalu kita sambungkan dengan orang mulia, Salman Al Farisi. Seperti itu, maka boleh,” papar Buya Yahya.

BACA JUGA: Orang Tua Harus Tahu! 7 Cara Memberi Nama Anak Menurut Islam

Apa Hukum Mengganti Nama dalam Islam?

Tips Cepat Hamil, nama anak perempuan islami, Hukum Mengganti Nama dalam Islam?
Foto Ilustrasi: Romper

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa syariat Islam memperbolehkan seseorang mengganti nama anak jika nama tersebut mengandung kemudaratan. Hal ini juga dijelaskan dalam kitab ‘Tanwirul Qulub’ yang berbunyi:

“Mengubah nama-nama yang haram itu hukumnya wajib, dan nama-nama yang makruh hukumnya sunah.” (Syekh M Amin Al-Kurdi, Tanwirul Qulub, [Beirut, Darul Fikr: 1994 M/1414 H], halaman 234). Dari penjelasan di atas kita tahu bahwa hukum mengganti nama dalam Islam dibolehkah, apalagi jika nama sebelumnya berarti buruk. Wallahu a’lam bishawab. []

[ad_2]

Source link

Comments are disabled.